When Arts meets Passion

sure it'll blend perfectly

20 May paragraphshouse:

Essence of Love

#uhuk

paragraphshouse:

Essence of Love

#uhuk

18 May
Rasa malas yang mengendap dalam waktu yang lama akan menjelma menjadi kebodohan.

Intan Kirana dalam Prosa Layang-Layang (via kuntawiaji)

17 May :)

:)

17 May tumbr1:

Larangan Memukul Anak Kecil yang Sedang Menangis Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kamu memukul anak- anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Karena pada empat bulan pertama kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua pula ia berselawat ke atas Nabi SAW Dan pada empat bulan seterusnya pula ia mendoakan kedua ayah bunda nya. ( H.R. Abdullah Ibnu Umar r.a. ) Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tangisan anak di waktu kecil pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya ia memohon istighfar untuk kedua ayah bunda nya. Rasulullah SAW Bersabda : Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apa-apa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua ibu bapaknya. Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapaknya. Apabila ia telah baligh maka berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya. ( H.R. Imam Anas bin Malik r.a.) Sabda Rasulullah SAW ; “Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.” (HR. Muslim)
 Semoga Bermanfaat..

tumbr1:

Larangan Memukul Anak Kecil yang Sedang Menangis

Rasulullah SAW bersabda : Janganlah kamu memukul anak- anak kamu di sebabkan mereka menangis dalam masa setahun. Karena pada empat bulan pertama kelahirannya Ia bersyahadat LAA ILAAHA ILLALLAH. Pada empat bulan kedua pula ia berselawat ke atas Nabi SAW Dan pada empat bulan seterusnya pula ia mendoakan kedua ayah bunda nya. ( H.R. Abdullah Ibnu Umar r.a. )

Baginda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa tangisan anak di waktu kecil pada bulan pertama adalah tanda ia bertauhid kepada Tuhan Nya dan empat bulan kedua pula ia membacakan selawat kepada Nabi nya dan empat bulan seterus nya ia memohon istighfar untuk kedua ayah bunda nya.

Rasulullah SAW Bersabda :

Anak-anak sebelum sampai ia baligh maka apa-apa yang di perbuat nya daripada kebaikan maka di tuliskan untuknya dan kedua ibu bapaknya.

Dan apa yang di perbuat nya daripada kejahatan maka tiadalah di tulis untuk nya dan tidak pula di tulis untuk kedua ibu bapaknya. Apabila ia telah baligh maka berlakulah yang di tulis itu atasnya ia itu segala amal baik atau buruknya. ( H.R. Imam Anas bin Malik r.a.)

Sabda Rasulullah SAW ;
“Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.” (HR. Muslim)


Semoga Bermanfaat..

16 May noorsolihatulsilsilah:

Kerana,ada ilahi yang lebih memahami…

noorsolihatulsilsilah:

Kerana,
ada ilahi yang lebih memahami…

(Source: anginawan)

16 May

memilih untuk tidak memilih? bolehkah??

seseorang pernah mengirimi saya ini:

“Saya sering katakan kepada para ikhwan, “Antum bebas jatuh cinta pada akhwat manapun, berapapun banyaknya -malah kalau bisa sebanyak-banyaknya. Tapi jadilah gentle dan sportif! Kalau ada ikhwan lain yang lebih siap datang mendahului menjemput sang angan pengisi sepi, jangan menangisi nasib diri! Persilahkan dengan gagah, bahkan bantu dengan segenap pengorbanan kalau perlu! Begitupun para akhwat, Antunna bebas mencintai ikhwan manapun. Tetapi kalau seorang berbeda yang baik akhlaq dan agamanya datang dan kita tak punya alasan syar’i untuk menolak, jangan sekali-kali menghindar!”

Ust. Salim A. Fillah

lantas saya berpikir.. jika seperti itu, bolehkah kita menolak khitbah seseorang?

*jiwa ke kepo an saya yang tinmggi lantas mencoba mencari tahu jawaban untuk pertanyaan tadi.

Sumber 1

Sebagian ulama mengatakan bahwa menolak khitbah seorang ikhwan adalah terlarang dengan merujuk pada sabda Nabi saw :

“Apabila datang kepadamu seorang yang engkau sukai agama dan akhlaknya untuk mengkhitbah, maka terimalah! Kalau tidak engkau lakukan maka akan terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi” (HR.Tirmidzi)

Dengan hadist ini seringkali para ikhwan menjadikannya alat untuk menjerat para akhwat yang disukainya agar mau menerima lamarannya, walaupun akhwat tersebut kurang ‘berselera’.

Namun sesungguhnya peringatan hadist ini kalau dibaca dalam konteks yang utuh, bukan ditujukan kepada akhwat, namun ditujukan kepada wali akhwat. Maksudnya, seorang wali harus menjadikan faktor akhlak dan keshalehan sebagai pertimbangan utama dalam menentukan jodoh untuk anaknya. Sementara akhwatnya itu sendiri diberi kebebasan untuk menerima atau menolak lamaran siapapun, baik yang melamar itu ‘santri’ ataupun ‘preman’.

Wallahu’alam bishowab
Oleh:Ustad Aam amirudin M.Si

Sumber 2

“Apabila engkau tidak berhasrat untuk menikah dengan seseorang maka engkau tidaklah berdosa untuk menolak pinangannya, walaupun ia seorang laki-laki yang shalih. Karena pernikahan dibangun di atas pilihan untuk mencari pendamping hidup yang shalih disertai dengan kecenderungan hati terhadapnya.

Namun bila engkau menolak dia dan tidak suka padanya karena perkara agamanya, sementara dia adalah seorang yang shalih dan berpegang teguh pada agama maka engkau berdosa dalam hal ini karena membenci seorang mukmin, padahal seorang mukmin harus dicintai karena Allah, dan engkau berdosa karena membenci keteguhannya dalam memegang agama ini.

Akan tetapi baiknya agama laki-laki tersebut dan keridhaanmu akan keshalihannya tidaklah mengharuskanmu untuk menikah dengannya, selama tidak ada di hatimu kecenderungan terhadapnya. Wallahu a’lam” (Al Muntaqa min Fatawa Fadilatusy Syaikh Shalih Al Fauzan, 3/226-227, sebagaimana dinukil dalam Fatawa Al Mar’ah Al Muslimah, 2/706-707)

16 May septikurniasih:

#MA10: Kesehatan Islam
Pendaftaran dibuka: Jumat, 17 Mei 2013 pukul 06.00 WIB

Kesehatan Islam !!!!!

septikurniasih:

#MA10: Kesehatan Islam

Pendaftaran dibuka: Jumat, 17 Mei 2013 pukul 06.00 WIB

Kesehatan Islam !!!!!

16 May

iero13:

dearumy:

You are more beautiful than you think :)

yaaa..mata jadi berkaca2..reblog reblog reblogg !!

indeed, be grateful of what you had..

15 May
14 May

Jakarta Fashion and Food Festival @ La Piazza Kelapa Gading.

get rid of our routine activities.. recharge energies, refresh our mind, get ready to work for the next 3 weeks!

fighting~~~~~~~~~~~

14 May ilovewords:

[ i l o v e w o r d s ]

ilovewords:

[ i l o v e w o r d s ]

(Source: effyoued)

13 May

ta’aruf ???

seseorang mengirimi saya email seperti ini *beberapa sudah saya edit supaya gak kepanjangan. hhe

Siapa Yang Harus Bertaaruf?

Ta’aruf secara lughawi diambil dari kata ta’aarafa-yata’aarafu. Yang artinya Saling mengetahui.  Ia diambil dari bentuk mashdarnya atau kata bendanya, ta’aarufan. sehingga bisa diartikan dalam istilah bahasa indonesia adalah proses saling mengetahui antara dua orang atau lebih. Dalam konteks yang lebih khusus terkait dengan fase menuju ikatan pernikahan maka ta’aruf adalah proses saling mengenal antara seorang laki-laki dan perempuan yang asing dalam upaya mencari tahu keselarasan atau ketidakselarasan sebagai pertimbangan untuk melangkah ke jenjang pernikahan sesuai dengan syariat islam.

Jadi Terkait dengan ta’aruf ini, jangan lantas memandang sebelah mata mentang2 bukan golongan tertentu dan ‘merasa’ belum memiliki pengetahuan yg mendalam tentang berislam maka tidak boleh melakukan ta’aruf. Anda muslim? Thats it, maka bertaaruflah. Karena demikianlah cara yang sebenar2nya dalam memilih pasangan hidup seperti yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah.

Rules dan Kesepakatan

Memang tidak ada aturan spesifik tentang ta’aruf ini seperti yang ada pada khitbah. akan tetapi tidak ada salahnya jika dalam menjalankan ta’aruf kita membuat aturan-aturan dan kesepakatan bersama mengenai batasan dan pernak pernik ta’aruf itu sendiri. Tentu saja kita ingin ta’aruf ini tetap kita jalankan sesuai koridor syar’i tanpa harus bersifat kaku dan harus membuat masing masing merasa nyaman. Nyaman dari kegelisahan baik karena interaksi yang berlebihan maupun informasi yang kurang. Adapun contoh aturan-aturan yang bisa dibuat dan disepakati bersama adalah sebagai berikut :

Cemistri

Cemistri yang kita maksud disini adalah cemistri alami. Cemistri alami diartikan sebagai sebuah ikatan psikologis yang bisa tersambung antara kita dengan calon pasangan taaruf. Ada sesuatu yang ‘klik’. Ada sesuatu yang nyaman dan membuat kita bersemangat untuk menjalankan taaruf ini dengan suka cita dan rela hati. Itulah cemistri. Cemistri ini didapat di saat2 terawal first sight kita dengan calon pasangan taaruf.

Semisal ketika kita pertama kali diberikan rekomendasi oleh mediator kita tentang si X. Saat tersebut nama si X Jika kita pernah paling tidak satu lingkungan dengannya, di masa studi kah, di organisasi kah, di tempat kerja kah, maka seketika otak kita akan merangkum informasi mengenai si X ini. Atau misalkan belum pernah tahu sama sekali tentang orang itu maka bisa juga media sosial semacam fesbuk atau blog bisa menjadi sarana untuk mengolah informasi itu. jika sudah kita rangkum informasinya, ketika kita memberi jawaban kpd mediator bahwa kita ‘mau’ atau ‘tidak’ maka jawaban itu sebagai simpulan dari ada atau tidaknya cemistri itu. Cemistri itu berangkat sebelum berinteraksi langsung dengannya. Sebelum CV ditukarkan. Sebelum kata bersedia bertaaruf disampaikan. Kata seorang psikolog, cemistri ini 90% adalah alami, sedangkan 10 %nya bisa dibentuk ketika interaksi akan lebih intens kemudian

The Ending
Pemahaman yang juga harus diselaraskan dengan pasangan taaruf kita adalah proses ini tidak selalu berakhir dengan pernikahan. Karenanya hendak kita jangan dulu bersifat berlebihan dan melampaui batas. Seremeh apapun. Boleh jadi ia akan menjadi orang asing bagi kita, maka berhati-hati dalam berinteraksi. Harus ditanamkan di dalam diri masing masing bahwa jangan berharap lebih banyak dibandingkan titik langkah yang sedang dilalui pada proses itu kecuali memang babaknya telah berpindah pada khitbah.
 
Serial

Sebagaimana khitbah, taaruf hendaknya dilakukan secara serial. Jangan sekali kali untuk melakukan taaruf paralel. Artinya, sistem taaruf ini adalah satu persatu. One person to one person. Jangan dengan dalih bahwa taaruf ini bukan khitbah maka kita dengan bebas melakukan taaruf dengan banyak orang dalam satu waktu. Partner kita ini adalah manusia. Yang punya hati. Yang harus kita jaga perasaannya. Tunjukkan keseriusan ingin mengenal dan menyelaraskan diri untuk tujuan yang mulia yaitu menikah dengan berlaku setia. Setia dalam konteks taaruf tentunya.
Jika memang ingin bertaaruf dengan yang lain, maka akhiri dulu taaruf yang sedang berlangsung. Putuskan dengan bijak. Karena seseorang yang memparalelkan taarufnya, menurut saya, bukanlah seseorang yang baik untuk dipertahankan eksistensinya sebagai calon pendamping hidup kita. Tidak setia di saat ia bebas adalah indikasi ketidaksetiaan di saat ia terikat(pernikahan) kelak. IMHO.

Sertakan mediator

Pasangan yang bertaaruf itu masih berstatus orang lain. Karenanya dalam perjalanan taaruf perlu ada keterlibatan orang lain sebagai pendamping, controller. Paling baik adalah mahramnya, saudara kandung, sepupu, dsb. Atau guru atau rekan yang sudah menikah yang dianggap ‘layak’ secara moral dan keilmuan untuk mendampingi. Agar tetap ada kontrol dari orang lain sehingga interaksinya tetap fokus ke dalam materi taaruf dan tidak ngalor ngidul. Kriteria mediator yang sudah menikah itu menurut opini saya adalah penting. Bagaimanapun pengalaman adalah pemberi masukan yang lebih baik. Dan menjaga agar proses taaruf tidak terganggu oleh variabel eksternal. Seperti, jika akhirnya malah antara fasilitator dan salah satu pihak yang berta’aruf yang mendapatkan cemistri. Jadi, saya kok rasanya kurang sepakat jika dalam suatu komunitas sekitar 10 orang lalu ada guru di kalangan mereka yang secara usia tidak berbeda jauh ditambah lagi belum menikah dan kemudian dijadikan fasilitator.

Media yang Legal

Pasangan taaruf yang tinggal pada daerah yang sama atau terkait jarak kegiatan kopi darat mudah terjangkau maka sarana interaksi paling baik adalah bertemu muka di suatu tempat didampingi oleh mediator. Harus dihindari sarana komunikasi yang sifatnya menggoda untuk berinteraksi lebih intens dan keluar konteks seperti bbm, sms, atau telpon.

Lalu bagaimana dengan pasangan taaruf yang tinggal di kota berbeda, jarak tempuh yang berkilokilometer, lintas provinsi bahkan lintas negara? Padahal menggali informasi itu penting karena kita tidak ingin sekedar membeli kucing dalam karung.
 
Alarmed each other

Pada perjalanannya nanti, saat taaruf, semakin lama akan semakin mudah kita untuk tergoda mendapatkan interaksi yang lebih dalam. sms, bbm, dan telpon itu amat sangat berbahaya. Karena sifatnya direk, langsung menghubungi yang bersangkutan. Manusiawi saat kita tergoda untuk memberikan perhatian. Tergoda untuk membuka percakapan yang tidak perlu. Kalaupun diharamkan bersms atau bbm itu lebay juga, karena menurut saya jangan sampai proses ini terbilang kaku. Semisal mau janjian berdiskusi atau hal penting lainnya apa iya harus meribetkan diri. Simpelnya fleksibel tapi terbatas aturan.
Karenanya jika yang demikian itu terjadi maka hendaknya masing masing bisa menjadi alarm satu sama lain. Ketika yang satu lalai, maka yg lainnya mengingatkan, jangan sampai ikut-ikut terbawa. Begitu pula sebaliknya.
Batasan berlebihan atau tidaknya saya yakin laki laki dan perempuan shalih akan tahu sejauh apa, akhlak dan ketaqwaan mereka yang menjadi parameternya. Jika terasa sudah melewati batas, maka segera saling mengingatkan. Kita semua tentu ingin pernikahan yang kita bina kelak adalah pernikahan yang berkah. Karenanya sesuatu yang berkah diniatkan dan diawali pula dengan hal hal yang diberkahi. Semoga Allah senantiasa berikan kita kesabaran dan kekuatan hati. Karena waktunya tidak akan lama lagi. Insya Allah setelah menikah nanti, semuanya akan menjadi halal. Setiap perhatian dan kasih sayang yg kita sampaikan akan menjadi pahala.

Peta Mengerucut

Sekali lagi tidak ada aturan baku. Tapi alangkah lebih nyaman dan indahnya jika taaruf ini kita buat secara sistematis dan tidak berantakan.  Kita harus punya prioritas urutan-urutan materi taaruf dengan mempertimbangkan plus dan minusnya. Mengerucut di sini kita artikan sebagai pengenalan satu sama lain dari mulai ranah yg paling superfisial atau paling umum menuju ranah yang paling pribadi.
Ibarat tamu yang datang ke rumah, maka yang pertama kali dibukakan adalah pintu pagar, kemudian ke beranda, lalu masuk ke ruang tamu. Jika penerimaan kita sebagai tuan rumah terhadap tamu tersebut terhenti sampai di situ, maka cukuplah ia datang ke rumah dan melihat sampai pada area ruang tamu. Sehingga ia tidak perlu melihat ruang keluarga apalagi ruang tidur. Tapi jika penerimaan kita rupanya lebih besar, seperti misalnya dg teman akrab atau saudara dekat maka ia diijinkan melihat lebih dalam lagi ke area ruang keluarga, jika lebih dekat lagi maka diijinkan melihat kamar tidur, lalu jika semakin dekat bahkan boleh tidur di kamar tidur itu, begitu seterusnya.
 
Mengapa harus demikian? Ada beberapa alasan mengapa proses taaruf sebaiknya dibuat mengerucut dari luar ke dalam.
 
Yang pertama adalah alasan psikologis. Seperti yang sudah dibahas di poin sebelumnya, pernikahan belumlah tentu merupakan keakhiran dari setiap proses taaruf. Boleh jadi saat memaparkan visi, misi dan idealisme berumahtangga rupanya tidak ada keselarasan. Atau ketika masuk ke ranah taaruf tentang orangtua rupanya ada hal yang tidak bisa dipaksakan sehingga harus berakhir dan seterusnya. Itulah mengapa tahapannya dibuat mengerucut. Jadi ketika berhenti di bab visi misi maka pasangan taaruf terselamatkan dari pengenalan karakter yang lebih intim sehingga tidak perlu ada galau yang berlebihan ketika taaruf tidak berlanjut. atau ketika berhenti di pembahasan idealisme rupanya tidak selaras maka pasangan taaruf tidak perlu khawatir dengan keluarga yang sudah terlanjur saling mengenali sehingga tidak timbul rasa kurang nyaman lebih luas di kemudian hari, dst.
 
Yang kedua adalah alasan efisiensi dan efektivitas. Sebagai contoh, penyelarasan visi misi dan idealisme sebaiknya lebih dahulu dibahas daripada pengenalan karakter dalam ranah kebiasaan. Hal ini dimaksudkan supaya pasangan ta’aruf tidak terpeleset, terjebak, dan memboroskan waktu pada hal-hal furu’iyyah (suka warna apa?doyan pedes ato tidak? dkk) dan malah melupakan hal hal ‘ushul’ (substansi) dalam pengenalan karakter itu sendiri (koleris, sanguin, prefeksionis,introvert,dkk)
kemudian, jika terpaksa harus diidentikkan, demikian pula dengan pacaran. seringkali ‘sama-sama suka musik jazz’ atau ‘berdua adl penyuka sup kaki kambing’ atau ‘dia begitu ramah dan menarik hati’ atau ‘rupanya ia seorang dermawan’ yang biasanya menjadi cemistri awal terbinanya hubungan harus berakhir putus cinta karena di penghujung tak disepakati oleh sebab rupanya lelaki tak menginginkan kelak istrinya bekerja atau si perempuan menolak menikah sebelum sang lelaki mapan.
 
sementara pendalaman visi misi dan idealisme pribadi antara pasangan taaruf jika berhasil disinergikan, justru akan menciptakan backbone yg kuat dan 80% telah mengimplikasikan 2 pribadi yang karakternya seiring sejalan serta akan mudah mengatasi dinamika perbedaan dalam aspek furu’iyyah, insya Allah.
Kita harus melihat dengan jeli dan jangan terbalik. Waktu terus berjalan. Bersikap lebih realistis dan bertindak lebih efisien itu mutlak perlu. Maka mengapa kita harus buang buang waktu.

 

Demikian adalah aturan aturan dan kesepakatan yang hendaknya kita buat dan kita paparkan satu sama lain di saat terawal sebelum proses taaruf dimulai. kurang lebih seperti itulah poin-poinnya. bisa ditambahkan atau diperbaiki sesuai dengan kebutuhan masing masing pasangan taaruf. Tak perlu lah pakai ditulis dan ditandatangani seperti nota kesepahaman. Cukup dipahami dan saling percaya untuk dilaksanakan. Insya Allah dengan batasan poin poin di atas proses taaruf ini akan berjalan dengan baik dan nyaman serta tidak keluar dari koridor syar’i.

Thanks for sending me this article.

  • Tagged:
  • Noted: 0 notes
  • Reblogged:
13 May

@terminalhujan

12 Mei kemarin berkesempatan jadi volunteer di acara Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis yang diadain sama komunitas @terminalhujan. bertempat di Kantor Kecamatan Bogor Timur. Saya, nia, pewe, hanna, winie, ilma, yoga, dan irfan ikut sertajadi volunteer yang menangani loket obat. Sekitar setengah 7 kita start naik kereta ke Bogor, kumpul di taman Topi, dan kebetulan bertemu dengan penguasah Bogor a.k.a Ayun :p.

Sampai di Kantor Kecamatan nya sekitar jam 8an, langsung briefing dengan panitia lain, dan bergegas membereskan obat-obatan. kesan pertama: “banyak juga yah obatnya. ahaha”. langsung deh dibagi 2 bagian: bagian peracikan/pembuatan obat dan bagian konseling obat.

Acara ini ditujukan untuk adik-adik @terminalhujan bersama dengan keluarga mereka (ayah, ibu). Rangkaian acara nya mulai dari penyuluhan tentang hidup sehat, penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, dll *lupa *self toyor. Setelah itu lanjut ke pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. ada kurang lebih 10 loket dokter dengan satu loket obat *bisa dibayangkan betapa riweuhnya sodara-sodara!*. Mekanisme nya ketika di lapangan: peserta menyerahkan resep, lalu koita menulis nomor resep, langsung menyiapkan obat, dan ada bagian penyerahan obat sekaligus konseling obat.

Overall semua nya berjalan baik, meskipun sempat terjadi penumpukan resep karena setiap resep berisi beberapa obat, beberapa dokter yang lupa mencantumkan dosis obat, obat yang diresepkan tidak ada di persediaan yang membuat kita bolak-balik untuk mengkroscek obat substitusi dari obat yang diresepkan, kadang lupa mencantumkan nama pasien, even nama dokter pembuat resep itu sendiri *sigh*, etiket obat luar tidak ada, dan beberapa masalah teknis lain yang alhamdulillah bisa dihandle dengan baik berkat kerjasama yang baik juga dari semua pihak.

Dari sini saya belajar, bahwa dokter dan apoteker adalah rekan sejawat, kita sama-sama manusia yang pasti gak luput dari kesalahan, tugas kita lah untuk saling mengingatkan.

pun untuk acara seperti ini, saya banyak belajar bahwa seorang apoteker harus bergerak cepat, teliti, dan bersih. bayangkan kalau kita sedang berada di daerah bencana dan membantu mempersiapkan perbekalan kesehatan dan pengobatan disana? gak mungkin lelet kan? dan yang pasti obat yang dipakai akan jauh lebih banyak dan beragam daripada obat-obat yang dikeluarkan di acara seperti ini.

makasih yaa ratih yang udah ngajak saya jadi volunteer disini,seneng banget bisa ikut acara seperti ini :)

pulangnya, jalan-jalan dulu ke Agri Park hanya untuk memenuhi hasrat ngidam seseorang sama soerabi -______-. beruntunglah tidak ada yang memesan soerabi durian sodara-sodara! hahaha. *ketawa jahat*

semoga masih diberi kesempatan untuk belajar dan membantu orang lain ya.. :)

  • Tagged:
  • Noted: 1 note
  • Reblogged:
11 May diyandcrafttutorial:

Read the tutorial

simple but cute :3

diyandcrafttutorial:

Read the tutorial

simple but cute :3

11 May

Mall of Indonesia.

There is a photo exhibition held by a Japanese man *forget to check who it was *my bad.
The exhibition is telling us about how to catch a whale shark, i mean the activites of a villager on east Indonesia *again, i forgot the place *self toyor.

They hunt a whale shark and a big shark, cut them into two pieces, tore the abdomen and pull out the intestines, brings them into the beach and divide it into pieces so that all villager can take it. Oh, a whale shark is their only source of meat.

  • Tagged:
  • Noted: 0 notes
  • Reblogged: